This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Peran Public Relaton Dalam Organisasi


Sebetulnya memformulasikan apa peran PR dalam organisai bukanlah hal yang mudah.
Beberapa penulis mencoba memetakan bahwa pada dasarnya peran PR dalam sebuah organisasi adalah sebagai berikut:

1. Communication Tehnician

Beberapa praktisi memasuki dunia PR ini sebagai teknis. Pada tahap ini kemampuan jurnalistik dan komunikasi sangat diperlukan. PR diarahkan untuk berperan menulis, menulis news letter, menulis in house journal, menulis news release, menulis feature, dll. Biasanya praktisi dalam peran ini tidak hadir pada saat manajemen menemui kesulitan. Mereka tidak dilibatkan dalam manajemen sebagai pengambil keputusan. Peran mereka lebih ke arah penulisan tools dan mengimplementasikan program. Mereka sebagai "the last to know"

2.Expert Prescriber

Praktisi PR sebagai pendefinisi problem, pengembang program dan memeiliki tanggungjawab penuh untuk mengimplementasikannya. Mereka sebagai pihak yang pasif. Manajer yang lainnya menyerahkan tugas komunikasi sepenuhnya ke tangan si "komunikasi" ini. sehingga mereka dapat mengerjakan pekerjaan mereka yang lainnya.Tampaknya bangga karena PR semacam ini dianugerahi kepercayaan tinggi tetapi karena tidak adanya keterlibatan top manajemen dalam peran PR maka PR seolah terisolir dari perusahaan. Ia sibuk sendiri dengan pekerjaannya. 

Di pihak manajemen mereka juga menjadi sangat tergantung kepada PR nya. Mereka menjadi minim komitmen kepada tugas – tugas PR, padahal seperti diketahui seharusnya tugas PR harusnya dilakukan oleh semua orang yang ada dalam sebuah perusahaan,

Dalam hal diffusi peran dan fungsi PR sehingga mereka paham spirit perlunya PR bagi perusahaan menjadi rendah dan tidak akan tersosialisasi bahkan terburuk akan hilang kepercayaan top manajemen akan fungsi PR bagi sebuah organisasi. Hal ini akan terjadi apabila top manajemen banyak merasa dikecewakan oleh PR yang dianggap mereka sebagai pakar.

3.Communication Facilitator

PR sebagai pendengar setia dan broker informasi. Mereka sebagai penghubung, interpreter dan mediator antara organisasi dan publiknya. Mereka mengelola two way communicationnya dengan cara membuka rintangan komunikasi yang ada/yang terjadi. Tujuannya dalam hal ini adalah untuk menyediakan kebutuhan dua belah pihak akan informasi, membuat kesepakatan yang melibatkan minat keduabelah pihak.

Para pelaku dengan peran ini menempatkan dirinya sebagai sumber informasi dan sebagai kontak antara organisasi dan publiknya. Sebagai wasit dari interaksi, memantapkan agenda yang akan didiskusikan antara dua belah pihak, menyimpulkan pandangan, bereaksi terhadap kasus, membantu partisipan mendiagnosa masalah, membantu menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan komunikasi. Mereka menjadi boundary spanner antara perusahaan dan publiknya. Mereka bekerja di bawah asumsi bahwa two way communication mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan organisasi dan publik dalam hal prosedur, kebijakan, serta tindakan lain yang berhubungan dengan minat kedua belah pihak.

4.Problem Solving Facilitator

Mereka berkolaborasi dengan manajer lain untuk mendefinisikan dan memecahkan masalah. Mereka menjadi bagian dalam manajemen stratejik perusahaan. Bergabung dengan konsultan mulai dari awal direncanakan program hingga evaluasinya. Membantu manajemen menerapkan PR sebagai tahapan fungsi manajemen yang sama dengan kegiatan manajemen yang lain.

PR berfungsi sebagai bagian penting penganalisis situasi, memiliki peran yang intens dalam pengembangan prosedur, kebijakan, produk dan aksi perusahaan. Mereka juga memiliki power mengubah sesuatu yang seharusnya diubah. Mereka harus terlibat dalam segala bentuk perubahan organisasi.

Melalui peran ini mereka menjadi paham spirit setiap program baik motivasi maupun tujuan mengapa program harus dilaksanakan, mereka mensupport perubahan strategis organisasi, keputusan yang sifatnya taktis dan memiliki komitmen pada perubahan dan mampu menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam rangka pencapaian tujuan program.

Mereka dimasukkan sebagai tim manajemen karena mereka mampu menunjukkan kemampuan dan nilai dalam membantu manajemen menangani serta menyelesaikan permasalahan

BEDA ANTARA PENYIAR, ANNOUNCER, PRESENTER, MC, DAN PEMBAWA ACARA



Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA) merupakan profesi yang membutuhkan keterampilan (skill) public speaking. Mereka sama-sama public speaker, pembicara publik, atau orang yang berbicara kepada orang banyak.
Berikut ini penjelasan masing-masing profesi sekaligus perbedaan antara Penyiar, Announcer, Presenter, MC (Master of Ceremony), dan Pembawa Acara (PA).
Announcer, Continuity Announcer

Terjemahan “resmi” announcer memang penyiar radio (radio announcer), namun ada satu profesi yang khusus disebut announcer, tapi bukan penyiar, yaitu orang yang bertugas mengumumkan (to announce) beragam informasi atau pengumuman, misalnya di sebuah “audio land” petugas informasi di mall, supermarket, pameran, bazar, Pengumuman Pramugari di Pesawat Udara, atau Kereta Api, Penyampai Pengumuman di Stasiun Kereta Api, atau pemandu di arena balapan. Orang yang mengumumkan petinju atau pegulat yang akan bertarung juga disebut announcer.

Auction – Master

Pembawa acara yang satu ini, juga bertugas untuk memimpin acara lelang, biasanya lukisan atau benda seni lainnya yang bertujuan untuk kegiatan amal atau kegiatan social.

Compare

Selain bertugas sebagai PEMIMPIN ACARA., dia juga harus melakukan perbandingan isi pembicaraan atau thema dengan berbagai hal atau yang erat kaitannya dengan thema program.

DUBBING dan DUBBER/Sulih Suara

Dubbing dalam bahasa Indonesia adalah sulih suara yaitu mengisi suara peran di film atau mengganti suara asli film itu dari bahasa asing ke bahasa Indonesia. Sedangkan dubber dalam bahasa Indonesia adalah Penyulih Suara/ Pengisi Suara. Jadi dubbing adalah proses pengisian suara sedangkan dubber adalah pelaku atau orang yang mengisi suara. Dubbing atau pengisian suara terbagi dalam 4 jenis yaitu: 1. Dubbing film layar lebar (bioskop) lokal. 2. Dubbing Sandiwara Radio misalnya Serial Saur Sepuh yang dulu begitu fenomenal. 3. Dubbing iklan. 4. Dubbing film asing. Di Indonesia dubbing (pengisian suara) film mulai ada seiring saat pertama kali Indonesia memproduksi film layar lebar (bioskop) sementara dubbing iklan pertama kali saat dulu di awal-awal berdirinya TVRI mulai menayangkan iklan di sela-sela acaranya. Sedangkan untuk film asing dubbing pertama kali di era 1980-an saat TVRI menayangkan serial Jepang “Rin” yang kemudian disusul “Oshin” yang saat itu begitu populer.

Entertainer

Adalah setingkat lebih tinggi dari MC, karena adanya tuntutan acara yang mengharuskan seorang entertainer menampilkan kepandaian yang lain misalnya seorang penyanyi yang merangkap sebagi MC. Jenis acara yang di bawakan adalah acara hiburan dengan karakteristiknya yang meriah, semangat dan emosional. Contohnya kongser musik, panggung hiburan dan sebagainya.

Host/Hostess

Pada umumnya dipilih figuran yang telah begitu dikenal atau dekat dengan masyarakat luas. Sehingga ia akan sekaligus berfungsi sebagai TUAN RUMAH/NYONYA RUMAH dari acara yang ia bawakan. Contohnya: Larry King Live, Oprah, Show Imah, Kick Andy, Just Alvin, Sentilan-Sentilun. Dan lain sebagainya.

Interviewer/Pewawancara

Bertugas melakukan wawancara dengan seorang atau lebih nara sumber/ tamu/interviewee

Instructor/Instruktur

Instruktur diambil dari kata instruksi yang berarti perintah tugas untuk dilaksanakan. Istilah ini memang familiar di perusahaan/industri yang menerapkan model kepemimpinan up to bottom. Perintah tanpa boleh ada penyangkalan. Karena itu kita mengenal instruktur senam, instruktur fitness dll. Sebab aktifitas disana harus ditaati dan tidak boleh disangkal. Disangkal berarti kegiatan tidak terlaksana dan bisa jadi fatal akibatnya.

MC (Master of ceremony)

Adalah orang yang bertugas pemandu acara/pembawa acara (PA) dan bertanggung jawab atas kelancaran dan suksesnya suatu acara, acara yang biasa dibawakan menuntut kreativitas dalam inprovisasi dan memungkinkan adanya dialog dengn audiens. Jenis acara yang dibawakan adalah, Sebutan MC lebih ditujukan bagi pemandu acara-acara informal, acara hiburan, acara seni hiburan, eksibisi, dan yang sesuai dengan karekteristikya yang meriah, semangat, dan emosional. Contohya: pameran poto dan pameran elektronik acara hiburan (misalnya konser musik), perayaan ulang tahun, resepsi pernikahan, dan sebagainya. Peran MC dalam sebuah acara antara lain membuka dan menutup acara, mengumumkan susunan acara dan para pembicara atau pengisi acara, mengenalkan pembicara/pengisi acara, membangkitkan antusiasme hadirin, dan sebagainya.

Moderataor/Telangkai

Adalah orang yang mengendalikan, memimpin dan mengarahkan rangkaian pembicaran serta sekaligus wajib memberikan kesimpulan atau hasil dari diskusi dalam forum yang di anggap resmi, misalnya seminar. Biasanya acara yang di bawakan adalah acara-acara yang resmi. Contohnya seminar, lokakarya, diskusi.Moderator memiliki hak penuh untuk mengarahkan seluruh pembicaraan sehingga tidak akan lepas atau lari dari thema yang menjadi pembicaraan.

Motivator

Berasal dari serapan bahasa inggris motivation menjadi motivasi. Motivator adalah orang yang memberi motivasi. Seperti Bong Chandra, Andre Wongso, dll. Mereka adalah para motivator. Jadi jangan heran kalau pekerjaannya adalah “ngomong” di depan publik karena tugas mereka memang untuk memotivasi.

News Reader

Pada umumnya bertugas di stasiun televise atau televise jaringan khusus. Umumnya News Reader hanya bertugas membacakan naskah berita saja, sedangkan tanggung jawab kebenaran isi beritanya, dilakukan bersama-sama dengan kepala redaksi yang bertugas untuk paket program itu.

News Caster

Selain membacakan naskah berita di stasiun televise, seorang News Caster, pada umumnya juga terlibat langsung dalam proses pembuatan berita yang ia bacakan, sehingga ia dapat pula memikul tanggung jawab atas kebenaran isi berita yang ia sampaikan.

Penyiar

Disebut juga Radio Announcer, Radio Host, Radio Personality, atau Radio DJ (Disk Jockey), yaitu orang yang memandu atau membawakan sebuah acara (program) siaran radio, misalnya siaran berita, siaran musik, siaran talkshow, dan sebagainya.Penyiar memang tidak berhadapan langsung dengan pendengarnya, namun hakikatnya ia Public Speaker juga karena berbicara kepada orang banyak (publik), yakni para pendengar.

Presenter/Pemandu Acara

Presenter adalah orang yang membawakan dan menyampaikan sebuah informasi, atau narasi dalam sebuah program acara di stasiun televisi. Seperti program acara berita, kuis, game show, talkshow, acara musik, infotainment, olah raga dan reality show. Di Indonesia identik dengan penyiar televisi (TV Presenter). Penyiar radio juga disebut presenter, yaitu Radio Presenter. Tugasnya “menyajikan/menghadirkan” (to present) sebuah acara (program siaran).

Dalam dunia penyiaran televisi dikenal dua jenis presenter acara, yaitu
1.    Presenter berita (news presenter) Presenter yang bertugas membacakan sebuah berita, tidak terlibat dalam proses peliputan, serta penentu sebuah berita. Materi yang dibacakannya telah disusun dan disiapkan oleh redaksi pemberitaan.

Masing-masing stasiun televisi dalam menyajikan program berita, serta cara presenter dalam membacakan berita, memiliki ciri serta karakter tersendiri, disesuaikan dengan target audience masing-masing stasiun televisi.Pembaca berita (news presenter/penyaji berita) atau sering juga disebut dengan anchor, menjadi citra bagi stasiun televisi. Banyak orang yang lebih suka memilih program informasi pada stasiun televisi tertentu karena alasan pembawa acaranya. Kredibilitas presenter dapat menjadi aset penting suatu stasiun televisi.

2.    Presenter acara (non-news) Presenter yang bertugas membawakan sebuah program acara, namun tidak terlibat dalam konsep, persiapan serta tanggung jawab dan jalannya acara. Acara yang dibawakan telah disiapkan dan diproduksi oleh masing-masing stasiun televisi atau rumah produksi, seperti presenter musik, infotainment dan kuis.
Orang yang mempresentasikan suatu materi presentasi yang bertujuan untuk memberikan informasi kepada audiens dan memungkinkan adanya dialog juga bisa disebut presenter, namun tidak lazim disebut demikian. Yang lazim disebut “pemateri” atau “pembicara” saja. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara yang resmi dengan karekteristiknya yang formal, serius, dan hidmat. Contohnya: seminar, symposium, kongres.
Pembawa acara (PA)

Disebut juga “Pewarah”, yaitu pemandu sebuah acara formal-seremonial. Tugasnya sama dengan MC, namun di acara serePmonial atau acara formal instansi.

Karna sangat terikat pada etika protokoler , dan banyak inprofisasi dalam menghantar acara. Jenis acara yang dibawakan adalah acara resmi. Karakteristiknya adalah : formal , serius, dan hidmat,contohya: pelantikan dan serah terima jabatan.
Protocol

Adalah orang yang melaksanakan tata acara dan tata karma (penghormatan) dengan wicaranya. Jenis acara yang biasa di bawakan adalah acara resmi dengan karakteristiknya yang formal, serius dan hidmat. Contohnya acara kenegaran, upacara kenaikan bendera 17 agustus.

Quiz – Master/Pemandu Acara Quiz

Sesuai dengan namanya, maka seseorang atau lebih, ditugaskan untuk memandu sebagai pembawa acara kuis di televisi, radio maupun panggung umum. Tugasnya tentu saja memimpin kuis dan mengarahkan peserta kuis untuk mematuhi ragam peraturan yang ada, termasuk mengajak penonton untuk tertib.

Reporter

Dalam jaringan siaran televise, pada umumnya diperlukan reporter yang bertugas melaporkan kejadian atau peristiwa, baik langsung maupun rekaman.

Trainer

Trainer berasal dari bahasa inggris train yang berarti melatih, Trainer berarti Pelatih dan Training berarti Pelatihan.

Public Speaker

Semua profesi di atas masuk dalam kategori Public Speaker, pembicara publik, dengan keterampilan utama Public Speaking, orang berbicara untuk atau didepan umum, atau mereka juga bisa berbicara tanpa berhadapan langsung dengan audiens. Namun, Public Speaker lebih dimaknai sebagai “orang yang menjadi pembicara di berbagai forum pengajian, pelatihan, seminar, dan sebagainya”.

Orang yang biasa dijadikan public speker adalah orang-orang yang mempunyai keahlian di bidang tertentu, dan biasanya mereka di anggap ahli di bidangnya masing-masing.
Yang tergolong profesi Public Speaker adalah penceramah, seperti ceramah agama, ceramah ilmiah, ceramah bidang keilmuan tertentu, termasuk trainer, motivator, atau pemateri sebuah pelatihan.
Seorang Public Speaker biasanya mempunyai keahlian di bidang tertentu, seperti ilmu agama (ulama/kyai/da’i), ilmu ekonomi (ekonom, pengamat ekonomi), ilmu politik (politisi, pengamat politik), dan sebagainya.
Semoga Bermanfaat…