This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Format dan Jenis-Jenis Program Siaran Berita Radio

Berita radio adalah berita yang disiarkan atau dipublikasikan lewat media radio. Berita Radio (Radio News) merupakan materi utama program siaran Radio Berita (News Radio), yaitu radio dengan format "All News". Berita radio merupakan produk utama jurnalistik radio. Written by Romeltea.

HAMPIR semua radio, dengan format apa pun, memiliki program siaran berita (news programmes), yaitu program yang bermaterikan informasi aktual.

Biasanya jam siaran pagi. Bisa pula berita radio yang disiarkan berupa "insert", yaitu disiarkan di sela-sela program siaran non-berita.

Apa pun format radio Anda, sebaiknya sisipkan siaran berita. Jangan membuat pendengar radio Anda, bahkan Anda dan kru sendiri, tidak updated tentang informasi aktual.

Berita sangat penting bagi tiap orang. Sajian berita akan membuat pendengar Anda selalu tahu peristiwa yang terjadi di komunitas mereka dan komunitas lainnya.  Berita akan memuaskan rasa ingin tahu dan kepedulian pendengar.

Dengan demikian, sebaiknya, paling tidak ada satu penyiar yang ditugaskan khusus sebagai reporter atau news editor, news writer, atau news scriptwiteruntuk menyiapkan berita-berita aktual di radio Anda. Penyiar khusus ini juga harus memiliki atau dibekali keterampilan jurnalistik radio, termasuk keterampilan menulis naskah berita radio (radio news writing).

Dulu, mungkin juga sekarang, kalangan radio, terutama radio hiburan, kurang memperhatikan pentingnya siaran berita dan penyiar khusus berita yang memahami jurnalistik radio (radio journalism, broadcast journalism). Umumnya radio tidak memproduksi sendiri beritanya, tapi mengutip berita koran atau internet (media online).

Parahnya, berita koran dan internet itu dibacakan tanpa diedit atau disusun dulu menjadi naskah berita radio sebagaimana mestinya --menggunakan bahasa tutur, mengubah kalimat langsung menjadi tidak langsung, sign-posting, dash, punctuation, global, hindari detail, dan sebagainya.

Di stasiun radio yang demikian, kemampuan jurnalistik radio penyiarnya biasanya diabaikan. Ketrampilan membaca dan mempresentasika berita (news presenting) tidak menjadi perhatian.

Berikut ini format berita radio dan jenis-jenis program siaran radio.

Format Berita Radio

Format berita radio pada umumnya sama dengan format atau jenis berita di media lain (cetak), di antaranya:

  1. Hard News. Berita Lempang/Langsung. Disebut juga Straight News danSpot NewsHard News adalah berita yang dibuat secara lugas (to the point), ringkas, untuk menyampaikan informasi aktual yang secepatnya harus diketahui pendengar. Format penulisan berita ini mengikuti struktur naskah berita dengan pola Piramida Terbalik (Inverted Pyramid), yakni mengedepankan fakta terpenting pada awal berita (teras/lead).

  2. Soft News. Berita Ringan. Berita ringan adalah berita yang tidak seurgenHard News dari sisi keharusan disiarkan. Soft News tidak mengikuti struktur piramida terbalik karena yang diutamakan bukan unsur pentingnya, tetapi unsur "human touch" --menggugah emosi atau perasaan pendengar. Soft News identik dengan feature, termasuk tips dan berita lucu.

  3. Depth News. Berita Mendalam. Berita mendalam adalah berita yang tidak sekadar memenuhi unsur 5W+1H (paparan fakta), tapi juga berupa pendalaman kasus.

  4. Continuous News/ Updating News. Topik berita yang disiarkan beberapa kali dalam satu hari, bahkan dalam satu minggu. Berita ini disajikan untuk mengetahui perkembangan kasus yang terjadi secara kontinyu.

Jenis-Jenis Program Siaran Berita Radio

  1. Spot News. Secara umum, spot news sama dengan hard news. Namun, dalam dunia radio broadcast, yang dimaksud Spot News adalah berita pendek yang bersumber dari media lain dan ditulis ulang menjadi naskah berita radio. Bisa pula berupa liputan reporter yang naskahnya (radio copy) diolah kembali.

  2. News Insert. Sisipan Berita. News Insert adalah siaran informasi aktual yang disisipka di sela-sela program siaran non-berita, misalnya siaran request lagu. News Insert biasanya disiarkan pada menit atau jam tertentu, bisa pula berupa "Breaking News" --berita yang "memotong"  (to break) acara yang sedang berlangsung. News Insert juga dipahami sebagai berita yang dilengkapi dengan sisipan suara narasumber atau petikan wawancara (Sound Bite).

  3. Phone in News. Berita yang disajikan melalui laporan langsung reporter via telepon. Phone In juga dipahami sebagai program siaran berita yang mengundang opini/komentar pendengar melalui telepon atau SMS, Facebook, Twitter, atau WhatApss.

  4. News Bulletin. Buletin Berita. Disebut juga "Paket Berita" (Package). Gabungan beberapa berita yang disajikan dalam satu waktu atau program khusus berita.

  5. TalkShow/ChatShow. Siaran berita berupa wawancara khusus dengan sumber informasi (narasumber) di studio tentang topik tertentu.

  6. Live Reporting. Program siaran langsung, seperti siaran langsung reporter di lokasi peristiwa atau siaran langsung berupa "mengudarakan" sebuah acara diskusi atau seminar dll. (www.komunikasipraktis.com).*
Referensi:
  1. Asep Syamsul M. Romli, Broadcast Journalism: Panduan Menjadi Penyiar, Reporter, dan Scriptwriter. Penerbit: Nuansa Cendikia Bandung,, 2007.
  2. Imelda Reynolds, Pedoman Jurnalistik Radio, Penerbit: Internews Indonesia, 2000.




Manajemen Konflik

Setiap manusia hidup tentu tak lepas dari berbagai persoalan atau konflik. Persoalan sering berakar pada pesan yang disampaikan diterima berbeda oleh penerimanya.

Penyebab Terjadi Konflik:
Utama

(1) Persaingan/pertentangan antara pihak-pihak yang tak cocok
(2) Keadaan atau perilaku yang bertentangan
(3) Perselisihan antara kebutuhan, dorongan, keinginan, atau tuntutan berlebihan

Dampak-Konflik:

- Produktivitas menurun
- Kepercayaan menurun
- Pembentukan kelompok-kelompok
- Informasi dirahasiakan
- Arus komunikasi kurang
- Masalah moral muncul
- Waktu terbuang sia-sia
- Proses pengambilan keputusan tertunda

Anggapan Salah Tentang Konflik:
1. Konflik bila dibiarkan akan teratasi dengan sendirinya,
2. Konfrontasi langsung dengan seluruh persoalan atau dengan seseorang tidak 
menyenangkan,
3. Konflik dalam organisasi tanda pemimpin tak bisa memimpin.

Anggapan Salah Tentang Konflik:

1. Konflik antarstaf menandakan mereka tak peduli terhadap organisasi
2. Amarah selalu bersifat merusak dan negatif

Level Konflik:
Ada 3:
1. Perselisihan kecil sehari-hari
2. Tantangan yang lebih besar
3. Pertarungan terbuka

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konflik:

Internal:
- Karakteristik kepribadian
- Sistem nilai & keyakinan 
- Kebutuhan 
- Perbedaan persepsi

Eksternal:
- Keterbatasan sumber daya
- Derajat ketergantungan
- Peraturan tidak jelas

Tanda-Tanda Konflik:
- Tangan kanan tak tahu yang dilakukan tangan kiri
- Komunikasi lebih banyak memo, sms, atau e-mail
- Lebih banyak orang bekerja di balik pintu tertutup
- Rapat-rapat tak memperoleh hasil apa-apa
- Bahasa “mereka” & “kita”
- Kualitas output terpengaruh
- Nada suara tinggi, bahasa tubuh defensif, & air mata
- Rehat makan siang berkepanjangan
- Jadwal tidak terjaga
- Aksi bolos dengan berbagai alasan
- Moril/ketenangan rendah
- Orang-orang tertekan & muram

Hambatan Penyelesaian Konflik:

1. Mengesampingkan fakta & masalah sebenarnya ketika 1 kesalahan ditemukan
2. Menyalahkan pembawa pesan, bukan mengevaluasi isi pesan
3. Argumen tidak lengkap
4. Terlalu cepat memberi respons
5. Menyimak untuk menangkan setuju, bukan untuk mengerti
6. Pikiran melayang ke sana kemari, tak konsentrasi
7. Ingin menang
8. “Pokoknya saya/dia…”

Gaya Manajemen Konflik:
Ada 5:
1. Kolaborasi (kerjasama):Gaya menangani konflik sama-sama menang
2. Mengikuti kemauan orang lain:Gaya ini menilai orang lain lebih tinggi; rendah 
diri. 
3. Dominasi (tonjolkan kemauan sendiri: Menekankan kepentingan sendiri
4. Menghindar:Gaya ini tidak memberikan nilai yang tinggi pada dirinya & membiarkan 
konflik mengambang
5. Kompromi: Berorientasi jalan tengah

Pemikiran Pendahulu Penyelesaian Masalah:
- Keinginan mengutarakan pemikiran, antusiasme & harapan Anda
- Keinginan membantu orang-orang terkait lepas dari konflik
- Membangun kejujuran antarindividu
- Mengidentifikasi persoalan yang harus dihadapi
- Menetapkan batas waktu penyelesaian
- Keinginan memelihara hubungan positif selama konflik
- Keinginan mendorong semua yang terkait berpartisipasi secara positif
- Keinginan mendengar secara aktif
- Bersedia meluangkan waktu untuk meninjau ulang masalah
- Membedakan fakta dari pendapat
- Fokus pada masalah, bukan orang

Kiat Kerjasama:

1. Tetapkan masalah dengan jelas
2. Cari titik temu
3. Hargai semua pandangan meski lemah
4. Tunjukkan Anda mengenali banyak kepentingan
5. Hargai semua orang dengan kata-kata/sikap sopan
6. Kumpulkan usul-usul penyelesaian
7. Jauhi sikap “apa untungnya bagi saya” & “apa manfaatnya bagi kita semua”
8. Fokus pada manfaat
9. Sediakan waktu untuk evaluasi & membuat keputusan

Kiat Hadapi Anggota yang Marah:
1. Perhatikan hak & tanggung jawab individu
2. Dorong semua pihak untuk menyimak
3. Perhatikan kalau ada pihak yang terlalu pentingkan dirinya
4. Redam amarah; amarah orang agresif cenderung sebentar
5. Hadapi konflik segera
6. Beri kesempatan kepada anggota berbicara
7. Jika amarah saat 1 rapat, tanyakan anggota apa mau bahas masalah segera/nanti
8. Atasi dulu keluhan anggota
9. Tekankan ini bukan persoalan personal
10. Tetap tenang
11. Bersikap simpatik
12. Selidiki masalahnya
13. Tanyakan keinginan anggota, bagaimana cara masalah itu bisa selesai
14. Utamakan apa yang bisa dilakukan tanpa minta persetujuan atasan
15. Ambil tindakan penyelesaian dan selalu dipantau

Teknik Konfrontasi:

1. Awali pernyataan dengan “saya” untuk menjelaskan secara spesifik reaksi anda pada 
persoalan terkait
2. Jelaskan secara spesifik persoalan yang ingin diluruskan
3. Jelaskan penyebab reaksi Anda
4. Jelaskan secara spesifik perilaku yang Anda inginkan

Teknik Membela Diri:
1. Tunggu beberapa detik sebelum respon
2. Bicara perlahan dg suara lembut
3. Berhenti sejenak jika Anda mulai marah
4. Tunjukkan keluhan & perasaan penting
5. Bantu orang-orang memahami persoalan & solusi
6. Gunakan bahasa tubuh dan kata-kata yang sopan
7. Tanyakan kapan/kenapa Anda/kalian berpikir…
8. Fokuskan pokok pembicaraan pada isu-isu yang berkaitan

Emosi dalam Konflik:
Refleksiologi emosi: orang secara tidak sadar menjauhkan diri dari kerjasama akibat konflik yang berlangsung.
Tanda:Menuduh,Merahasiakan,Menekan perasaan,& Marah.

Apa yang perlu dilakukan jika konflik sangat akut dan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh individu-individu terkait? MEDIASI DENGAN INTERVENSI TIM KHUSUS

Tim Intervensi: Terdiri atas orang-orang yang memiliki wibawa dan mampu memecahkan persoalan secara adil

Tahapan Penetapan Tim Intervensi:
- Tentukan jumlah anggota tim intervensi yang diperlukan
- Buat daftar nama calon
- Bagikan info riwayat tiap calon anggota tim pada pihak-pihak yang bertikai
- Adakan pertemuan dg wakil kedua pihak
- Nama-nama yang tak tercoret menjadi anggota tim intervensi

Panduan untuk Tim Intervensi:

- Hindari sikap permusuhan
- Libatkan diri secara aktif
- Tunjuk seorang notulis
- Singkat dalam penjelasan
- Hindari kerahasiaan
- Jangan menjadi dewa penolong
- Mulai dengan proses hearing dan/ pertanggungjawaban
- Jernihkan segera desas-desus atau tuduhan

Tahapan Proses Intervensi:
Tim:
1. Menyusun peraturan dasar
2. Mengumpulkan data
3. Merumuskan persoalan
4. Mengumpulkan alternatif pemecahan
5. Buat kesepakatan dan sebarkan hasil kesepakatan itu



SUMBER